Skip to content
Media Tawangsari

Media Tawangsari

Kelompok Informasi Masyarakat

  • Profil
    • Pengurus
  • Berita
  • Youtube
  • Galeri
  • Toggle search form

BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

Posted on April 12, 2026April 12, 2026 By admin No Comments on BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam

Langkah tegas diambil Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengumumkan rencana penghapusan pencatatan saham atau delisting terhadap 18 emiten. Keputusan ini dijadwalkan efektif berlaku pada 10 November mendatang. Keputusan ini diambil setelah perusahaan-perusahaan tersebut dinyatakan pailit dan terpaksa disuspensi dari aktivitas perdagangan selama lebih dari 50 bulan. Kehilangan kesempatan untuk berdagang di bursa tentu menjadi pukulan telak bagi investor dan para pemegang saham yang selama ini menaruh harapan pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Nasib 18 Emiten di Ujung Tanduk

Dari daftar 18 emiten yang akan dihapus dari papan pencatatan, beberapa nama besar yang pernah menghiasi lantai bursa kini harus menelan pil pahit. Sektor tekstil menjadi salah satu yang paling terdampak signifikan. Raksasa industri tekstil seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang akrab disapa Sritex, serta PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), masuk dalam daftar yang akan didelisting. Kondisi pailit menjadi alasan utama di balik keputusan berat ini.

Dasar Hukum Penghapusan Saham

Keputusan delisting ini bukan tanpa dasar hukum yang kuat. BEI merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N yang mengatur secara spesifik mengenai penghapusan pencatatan efek karena status pailit. Peraturan tersebut memuat beberapa syarat krusial.

Kondisi Bisnis yang Mengkhawatirkan

Salah satu ketentuan yang menjadi landasan adalah pada ketentuan III.1.3.1. Aturan ini menyatakan bahwa emiten dapat didelisting jika mengalami suatu kondisi yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usahanya, dan yang lebih parah, tidak menunjukkan adanya indikasi pemulihan yang berarti. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pihak yang terlibat.

Suspensi Perdagangan yang Berkepanjangan

Ketentuan lain yang tidak kalah penting adalah III.1.3.2. Aturan ini menegaskan bahwa saham perusahaan tercatat yang telah mengalami suspensi perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai selama periode 24 bulan terakhir juga berhak untuk didelisting. Periode suspensi yang panjang ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tersebut tidak lagi mampu menjalankan aktivitas bisnisnya secara normal di bursa.

Proses Buyback Sebelum Delisting

Sebelum secara resmi menghapus 18 emiten tersebut dari pencatatan, BEI memberikan satu kewajiban penting. Emiten yang bersangkutan diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Periode pelaksanaan buyback ini telah ditetapkan, yaitu mulai dari 11 Mei hingga 9 November 2026. Ini adalah kesempatan terakhir bagi para pemegang saham untuk merealisasikan kembali sebagian investasinya sebelum perusahaan benar-benar hilang dari bursa.

“Bursa memutuskan Penghapusan Pencatatan Efek (Delisting) kepada Perusahaan Tercatat yang efektif tanggal 10 November 2026, ” demikian pengumuman resmi yang disampaikan BEI pada Sabtu, 11 April 2026. Pengumuman ini tentu menjadi kabar yang dinanti sekaligus dikhawatirkan oleh para pelaku pasar.

Daftar Lengkap Emiten yang Akan Di-delisting

Berikut adalah daftar lengkap 18 emiten yang akan dihapus dari pencatatan bursa, yang mencakup berbagai sektor industri:

No Kode Emiten Nama Perusahaan
1 COWL PT Cowell Development Tbk
2 MTRA PT Mitra Pemuda Tbk
3 SRIL PT Sri Rejeki Isman Tbk
4 TOYS PT Sunindo Adipersada Tbk
5 SBAT PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk
6 TDPM PT Tianrong Chemicals Industry Tbk
7 TELE PT Omni Inovasi Indonesia Tbk
8 LCGP PT Eureka Prima Jakarta Tbk
9 SUGI PT Sugih Energy Tbk
10 MABA PT Marga Abhinaya Abadi Tbk
11 LMAS PT Limas Indonesia Makmur Tbk
12 SKYB PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk
13 ENVY PT Envy Technologies Indonesia Tbk
14 GOLL PT Golden Plantation Tbk
15 PLAS PT Polaris Investama Tbk
16 TRIL PT Triwira Insanlestari Tbk
17 UNIT PT Nusantara Inti Corpora Tbk
18 DUCK PT Jaya Bersama Indo Tbk

Dampak Finansial dan Psikologis

Penghapusan pencatatan saham ini tentu akan menimbulkan dampak yang signifikan, baik secara finansial maupun psikologis. Bagi investor ritel, kehilangan saham perusahaan yang sudah lama dipegang bisa berarti kerugian yang tidak sedikit. Proses buyback menjadi satu-satunya harapan untuk memulihkan sebagian modal yang telah diinvestasikan. Situasi ini juga bisa menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor lain mengenai stabilitas pasar modal secara keseluruhan.

Peraturan Bursa yang Mendasari

Peraturan Bursa Nomor I-N menjadi landasan utama dalam proses delisting ini. Peraturan ini dirancang untuk menjaga integritas dan transparansi pasar modal, serta melindungi kepentingan investor. Dengan adanya aturan yang jelas, BEI dapat bertindak tegas terhadap emiten yang tidak memenuhi standar operasional dan finansial yang ditetapkan.

Syarat III.1.3.1: Pengaruh Negatif pada Kelangsungan Usaha

Ketentuan ini mencakup kondisi di mana perusahaan mengalami masalah fundamental yang mengancam kelangsungan bisnisnya. Tanpa adanya perbaikan yang nyata, delisting menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Syarat III.1.3.2: Suspensi Perdagangan Jangka Panjang

Periode suspensi perdagangan selama 24 bulan terakhir di pasar reguler dan tunai menjadi indikator kuat bahwa perusahaan tersebut tidak lagi aktif dan sehat secara operasional di bursa.

Jadwal Penting yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa tanggal krusial yang perlu dicatat oleh para pihak terkait:

Periode Pelaksanaan Buyback

Mulai 11 Mei hingga 9 November 2026. Ini adalah jendela waktu bagi emiten untuk membeli kembali sahamnya dari investor.

Tanggal Efektif Delisting

10 November 2026. Pada tanggal inilah saham-saham emiten tersebut secara resmi dihapus dari pencatatan BEI.

Contoh Kasus Emiten yang Terkena Delisting

Kasus delisting emiten seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) menjadi pengingat akan risiko investasi di pasar modal. Ironisnya, perusahaan-perusahaan yang pernah menjadi tulang punggung industri kini menghadapi akhir yang pahit di bursa.

Kode Emiten Alasan Utama Delisting Sektor Industri
SRIL Pailit Tekstil
SBAT Pailit Tekstil
COWL Pailit/Suspensi Panjang Properti
SUGI Pailit/Suspensi Panjang Energi

Peran BEI dalam Menjaga Stabilitas Pasar

Langkah tegas BEI ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Dengan menyingkirkan emiten-emiten yang bermasalah, BEI berupaya menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif dan aman bagi para investor.

Parameter Status Implikasi bagi Investor
Pencatatan Saham Dihapus (Delisting) Saham tidak dapat diperdagangkan di bursa
Perdagangan di Bursa Dihentikan Permanen Likuiditas hilang
Proses Buyback Wajib Dilakukan Emiten Kesempatan terakhir memulihkan modal

Analisis Fundamental dan Teknikal yang Berubah

Bagi investor yang masih memegang saham emiten-emiten ini, analisis fundamental dan teknikal yang sebelumnya digunakan kini menjadi tidak relevan lagi. Fokus utama kini beralih pada proses buyback dan potensi pemulihan dana yang bisa didapatkan.

Emiten Periode Suspensi (Perkiraan) Kondisi Terkait
SRIL > 50 bulan Pailit
SBAT > 50 bulan Pailit
COWL > 50 bulan Pailit

Keputusan delisting ini menjadi pengingat pentingnya melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dan memantau kesehatan finansial perusahaan secara berkala. Pengalaman pahit ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku pasar modal.

Kode Emiten Tanggal Pengumuman Delisting Tanggal Efektif Delisting
SRIL 11 April 2026 10 November 2026
SBAT 11 April 2026 10 November 2026
COWL 11 April 2026 10 November 2026

Meskipun berita ini membawa nuansa kekhawatiran, namun ini adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika pasar modal. Keberanian BEI dalam mengambil tindakan tegas menjadi bukti komitmennya terhadap tata kelola pasar yang baik.

Emiten Periode Buyback Tujuan Buyback
SRIL 11 Mei – 9 Nov 2026 Memberi kesempatan investor jual saham
SBAT 11 Mei – 9 Nov 2026 Memberi kesempatan investor jual saham
COWL 11 Mei – 9 Nov 2026 Memberi kesempatan investor jual saham

sources references https://wartadesa.co.id/bei-delisting-18-emiten-sritex-hingga-sbat-terancam

Berita

Post navigation

Previous Post: SK Operator Epdeskel [Evaluasi Perkembangan Desa]

More Related Articles

Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Banjar, Ketua PPDI Provinsi Kalimantan Selatan Sampaikan Harapan Perangkat Desa – Puskominfo Berita
Borneo FC siap tunjukkan konsistensi ketika jumpa Dewa United Berita
Kapolsek Purwakarta Kota Gelar “Jum’at Curhat” di Masjid Jamie Ar Rachman, Dengarkan Aspirasi Masyarakat Berita
Ukraina, Barat ragukan dampak F-16 akan ubah situasi medan pertempuran Berita
PMK Nomor 15 Tahun 2026 – Tata Cara Penyaluran Dana Alokasi Umum/Dana Bagi Hasil atau Dana Desa Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Berita
Sambut dan Sapa Alumni, Mahasiswa Uluwiyah Mojokerto Siapkan Bazar UMKM dalam Reuni Akbar 2025 Berita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • BEI Delisting 18 Emiten, Sritex Hingga SBAT Terancam
  • SK Operator Epdeskel [Evaluasi Perkembangan Desa]
  • Mendukbangga: Pembangunan keluarga libatkan seluruh siklus kehidupan
  • Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara
  • SK KIM [Komunitas Informasi Masyarakat]

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024

Categories

  • Berita

Copyright © 2026 Media Tawangsari.

Powered by PressBook Green WordPress theme