Jadi ekonomi masyarakat akan berputar dengan target kita miliaran duit yang bisa masuk dari perantau untuk di kampung
Tanah Datar (ANTARA) – Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) menargetkan para perantau dapat mengucurkan dana dari kantong pribadi hingga di atas Rp1 miliar di dua nagari Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang menjadi daerah terdampak parah bencana hidrometeorologi.
Sekjen Dewan Pimpinan Pusat IKMAL, Erwin Fauzan, ditemui di Nagari Padang Laweh Malalo, Minggu, mengatakan pulang basamo ke-14 pada 2026 ini mengangkat tema “sakik diubek, tangih dibujuak” yang menggambarkan harapan agar segala sesuatu dapat berjalan secara “sejuk” bagi saudara di kampung yang dilanda musibah.
Seiring dengan tema itu, sebanyak 22 cabang IKMAL—dengan mayoritas berasal dari cabang Bengkulu—menargetkan adanya perputaran ekonomi hingga di atas Rp1 miliar dalam bentuk berbelanja langsung, berzakat mal, hingga bersedekah di kampung.
“Dengan datangnya kita sama-sama, ramai-ramai dari rantau, kita belanja di kampung. Kita gunakan uang kita semua, kita habiskan di kampung halaman baik itu berupa belanja, THR (Tunjangan Hari Raya), sedekah, infak, zakat. Jadi ekonomi masyarakat akan berputar dengan target kita miliaran duit yang bisa masuk dari perantau untuk di kampung,” katanya.
Senada, Pengawas yang juga Ketua IKMAL cabang Bengkulu 2016-2019, Herman Lusah mengatakan agenda pulang basamo dilakukan setiap tiga tahun sekali ini. Tahun ini, jumlah pemudik yang bertolak dari Bengkulu menuju kampung halaman terdiri dari sekitar 100 mobil dan 2 unit bus berukuran besar.
Jumlah tersebut turun sekitar 25 persen dibandingkan periode pulang basamo Bengkulu terakhir karena kondisi ekonomi yang sedang lesu, selain juga beberapa perantau sudah terlebih dahulu yang balik kampung sesaat sesudah bencana terjadi pada November 2025.
“Sama-sama kita ketahui, karena situasi ekonomi. Bengkulu itu biasa bisa sampai tujuh bus, mobil pribadi lebih ratusan, sekarang ada meski tidak ramai, tapi tetap pulang,” ucap Herman.
Selain ingin menggerakkan ekonomi warga di kampung, tujuan pulang bersama tahun ini juga untuk saling bertukar pendapat dengan anak keponakan, hingga bupati setempat guna mengupayakan percepatan pemulihan di daerah terdampak bencana. Rangkaian acara pulang kampung pun juga dibuat lebih sederhana.
“Disamping memberi nasihat, mungkin juga bisa mengadu. Mamaknya mungkin bisa kreatif mencari solusi bagi keponakan, mungkin dalam bentuk pinjaman maupun bantuan,” tambahnya.
Adapun Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, menjadi daerah terdampak bencana dengan jumlah kerusakan cukup banyak di Sumatera Barat.
Di Nagari Guguak Malalo, sebanyak 144 unit bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp17,2 miliar. Sedangkan di Nagari Padang Laweh Malalo, sebanyak 20 unit bangunan terdampak dengan kerugian Rp4,5 miliar.
Baca juga: Wagub Sumbar kunjungi korban banjir bandang di Malalo
Baca juga: Gubernur Sumbar ajak perantau sukseskan konferensi wakaf internasional
Baca juga: Perantau Minang di Belanda beri bantuan untuk korban bencana Sumbar
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
sources references https://www.antaranews.com/berita/5489346/perantau-malalo-sumbar-target-kucurkan-rp1-miliar-di-wilayah-bencana
