Skip to content
Media Tawangsari

Media Tawangsari

Kelompok Informasi Masyarakat

  • Profil
    • Pengurus
  • Berita
  • Youtube
  • Galeri
  • Toggle search form

MTI: Pemberdayaan angkutan umum di daerah jadi solusi efektif

Posted on May 4, 2026May 4, 2026 By admin No Comments on MTI: Pemberdayaan angkutan umum di daerah jadi solusi efektif

Jakarta (ANTARA) – Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai pemberdayaan angkutan umum di daerah, melalui pemanfaatan sistem yang ada, menjadi solusi efektif guna meningkatkan layanan transportasi publik.

“Pemberdayaan angkutan umum lokal di tingkat daerah dapat menjadi solusi efektif tanpa harus memulai dari nol, sebagaimana yang telah diimplementasikan di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang,” kata Djoko, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Menurutnya, pemerintah perlu mengalokasikan Rp10 triliun untuk menginisiasi pengadaan transportasi umum modern di 200 kota melalui instruksi presiden (inpres).

“Setidaknya masyarakat di kota kecil hingga kota besar sudah dapat menikmati transportasi umum yang mumpuni,” ujarnya.

Sebagai gambaran, kata dia, pagu anggaran program buy the service (BTS) di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tahun 2023 sebesar Rp 582 miliar, telah mampu menjamin operasional transportasi umum di 10 kota metropolitan dan kota besar.

“Angka ini membuktikan dengan alokasi yang terukur, pemerintah dapat menyediakan layanan mobilitas publik yang luas dan berkualitas bagi masyarakat urban,” jelasnya.

Dengan alokasi Rp10 triliun, layanan itu bahkan dapat digratiskan bagi mahasiswa, pelajar, dan buruh untuk meredam gejolak sosial.

Menurut akademisi dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, kebijakan tersebut jauh lebih efisien dan berdampak luas dibandingkan rencana subsidi motor listrik sebesar Rp30 triliun.

Dengan memanfaatkan 10 persen pembagian opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) yang mencapai Rp6,1 miliar, lanjutnya, Kabupaten Magelang mengalokasikan Rp2,5 miliar khusus sebagai insentif angkutan pedesaan (angkudes).

Melalui insentif sebesar Rp135 ribu per hari operasional sekolah, 78 armada angkudes pada tahun 2026 mampu melayani sekitar 900 pelajar secara gratis setiap harinya.

Langkah ini tidak hanya menjamin aksesibilitas pendidikan, tetapi juga menjaga keberlangsungan hidup operator angkutan lokal.

Dari sisi manfaat dan efisiensi anggaran, penguatan transportasi publik jelas merupakan pilihan yang lebih rasional.

Lebih lanjut dia mengatakan alokasi dana sebesar Rp10 triliun untuk pembenahan angkutan umum di daerah melalui skema inpres atau subsidi BTS, akan memberikan dampak yang bersifat multiplikasi, baik dari sisi ekonomi, sosial, hingga keselamatan.

Dia menyebutkan manfaat strategis yang dapat diperoleh dengan skema tersebut, pertama, sebagai jaring pengaman ekonomi masyarakat. Kenaikan biaya energi seperti BBM sering kali memicu inflasi dan menurunkan daya beli.

Angkutan umum yang murah atau gratis bagi pelajar, buruh, dan masyarakat berpenghasilan rendah berfungsi sebagai “subsidi langsung” yang tepat sasaran.

Kedua, efisiensi fiskal dan anggaran. Secara angka, Rp10 triliun jauh lebih efisien dibandingkan rencana subsidi kendaraan listrik pribadi, misalnya motor listrik, yang membutuhkan dana lebih besar atau sekitar Rp30 triliun, namun manfaatnya bersifat individual.

Ketiga, mitigasi risiko sosial dan unjuk rasa.

Transportasi publik adalah isu sensitif yang menyentuh akar rumput. Penyediaan transportasi umum yang layak sebelum adanya kebijakan penyesuaian harga BBM dapat menjadi alat peredam gejolak sosial.

“Masyarakat cenderung lebih kooperatif terhadap kebijakan energi pemerintah jika tersedia alternatif mobilitas yang murah dan berkualitas,” bebernya.

Keempat, peningkatan keselamatan transportasi. Menurutnya banyak kecelakaan lalu lintas di daerah melibatkan pelajar yang menggunakan sepeda motor karena tidak adanya pilihan lain.

Dengan tersedianya angkutan sekolah yang terintegrasi yang sukses seperti di Kabupaten Magelang, angka kecelakaan di usia produktif dapat ditekan secara drastis.

Kelima, pemerataan pembangunan dan konektivitas regional. Dana itu dapat digunakan untuk modernisasi armada, yakni mengganti angkutan yang sudah tidak layak dengan unit baru yang nyaman, berpendingin, dan aman.

Lalu, pemberdayaan operator lokal, tidak mematikan angkutan eksisting, pemerintah dapat merangkul mereka ke dalam sistem formal dengan standar layanan yang ditentukan pemerintah.

Serta digitalisasi, yaitu implementasi sistem pembayaran nontunai dan pelacakan posisi armada secara real time di tingkat kota kecil/menengah.

Keenam, dampak lingkungan dan tata ruang. Penyediaan angkutan umum di 200 kota akan mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, yang secara langsung berdampak pada berkurangnya kemacetan di pusat kota daerah dan penurunan emisi karbon secara kolektif.

Baca juga: Dinas Perhubungan kembangkan koridor layanan bus BTS Trans Banyumas

Baca juga: BTS bus listrik Bojonggede-Sentul butuh Rp12 miliar setahun

Baca juga: Pembenahan transportasi Jakarta bisa jadi pelajaran untuk daerah lain

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

sources references https://www.antaranews.com/berita/5553513/mti-pemberdayaan-angkutan-umum-di-daerah-jadi-solusi-efektif

Berita

Post navigation

Previous Post: SPPG Yayasan Jamsan Peduli Umat di Nagori Marihat Bandar Disoal, Korwil BGN Wilayah Kecamatan Bandar Bungkam Dikonfirmasi

More Related Articles

Perpres Nomor 140 Tahun 2024 – Oraganisasi Kementerian Negara Berita
Seragam Hanyut, Semangat Tak Surut: Curahan Hati Kanaya di Desa Cikahuripan Menggugah Ketua DPRD Sukabumi Berita
Inilah Pernyataan PPDI, Mensikapi Disahkannya Revisi UU Desa – Puskominfo Berita
Kemdiktisaintek ambil langkah pulihkan kampus terdampak banjir Sumatra Berita
Cegah penyakit hati dan meningitis, 2.000 anak di Bogor divaksinasi Berita
Perda Perangkat Desa Selesai Diakhir Masa Jabatan Dewan, PPDI Loteng Berikan Apresiasi Ke Pansus DPRD – Puskominfo Berita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • MTI: Pemberdayaan angkutan umum di daerah jadi solusi efektif
  • SPPG Yayasan Jamsan Peduli Umat di Nagori Marihat Bandar Disoal, Korwil BGN Wilayah Kecamatan Bandar Bungkam Dikonfirmasi
  • Materi Perpajakan BUM Desa | Cipta Desa
  • Ketua Banggar sarankan Kemenkeu perpanjang laporan pajak perorangan
  • Perhutani Madura dan LMDH Sumber Barokah Tabur 200 Ribu Bibit Ikan Bandeng dan Penanaman Bersama

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024
  • February 2024

Categories

  • Berita

Copyright © 2026 Media Tawangsari.

Powered by PressBook Green WordPress theme